Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Runtuhan Cahaya

  Reruntuhan Cahaya Oleh Xafscell Di tengah malam yang tak lagi menyimpan bintang, aku duduk bersama bayangan yang tak mau pulang. Harapan—dulu menari di ujung mataku, kini rebah tanpa nyawa, di sudut waktu. Langit tak lagi menjanjikan fajar, dan angin hanya membawa kabar yang dingin. Aku mencari secercah, namun cahaya seperti tak lagi ingin ditemukan. Apa arti langkah jika arah pun hilang? Apa guna doa jika langit menutup telinga? Di balik tawa palsu dan pelukan yang dingin, aku sembunyikan luka, aku peluk kehilangan. Tapi mungkin, di reruntuhan cahaya ini, masih tersisa satu detik untuk percaya— meski bukan hari ini. Refleksi Kadang, hidup tidak perlu badai besar untuk meruntuhkan segalanya. Cukup satu pagi yang hampa. Cukup satu kabar yang tak datang. Cukup satu harapan kecil yang diam-diam mati tanpa pamit. Aku pernah berdiri di tempat itu— di antara reruntuhan cahaya yang dulu kupuja sebagai masa depan. Tanganku menggenggam debu mimpi yang t...