Saat Dunia tak ada lagi warna
Saat Dunia Tak Ada Lagi Warna Oleh Xafscell Ada hari-hari ketika dunia terasa seperti kanvas yang kehilangan pigmen. Langit tetap membentang, tapi birunya memudar. Pohon masih berdiri, tapi hijaunya tidak lagi menghibur. Suara-suara kehidupan tetap terdengar, namun seperti gema dari ruang hampa. Hari-hari itu datang tanpa aba-aba. Kadang karena kehilangan, kadang karena lelah, kadang tanpa sebab yang bisa dijelaskan. Yang terasa hanya kosong. Dan sepi. Aku berjalan di antara keramaian, tapi tak benar-benar hadir. Dunia di sekitarku bergerak, tapi aku diam di dalam. Seperti berada dalam film bisu dengan warna hitam-putih yang terlalu kontras. Terlalu gelap untuk disebut harapan, terlalu terang untuk disebut putus asa. Aku mencoba menulis, berharap huruf-huruf bisa menjadi warna. Tapi tak satu pun kalimat terasa utuh. Semua berhenti di tengah. Seperti hidup yang sedang bingung mencari arah. Mereka bilang, dunia akan kembali berwarna jika kita cukup sabar...